Kami adalah travel asli anak pulau yang ingin mengembangkan pulau kami sebagai tempat wisata yang tidak kalah dengan tempat wisata lainnya. Yang akan menghibur,melayani,dan sampai ingin memperlihatkan dunia kami di public, tempat wisata kami adalah tempat wisata terunikn yang ada di kepulauan seribu, yang memiliki jembatan penghubung antar pulau yang di namakan sebagai jembatan cinta, yang melintasi antar pulau, pulau tidung besar dan pulau tidung kecil, yang berlokasi di kabupaten ADM,KEP, seribu. Tempat wisata kami berada di lingkungan penduduk yang terdapat bnyak sekitar 25.505 jiwa, dengan 1 kecamatan 2 keluran dan 6 desa, terdapat banyak sekolah mulai dari tingkat sekolah SD,MTS,aliyah dan SMK.
Tempat tinggal kami yang bernama pulau tidung yang merupakan objek wisata di kepulauan seribu, yang tidak kalah dengan tempat wisata lain dengan pemandangan alam,pemandangn bawa laut,hingga pasir putih bersih. pulau tidung terbagi dua pulau, yaitu pulau tidung besar dan pulau tidung kecil yang memiliki luas kurang lebih 10,18 Km² perbatasan laut jawa/selat sunda.
Pada masa penjajahan Belanda, Pulau Tidung dijadikan tempat pengasingan bagi siapa saja yang membangkang kepada pemerintahan kolonial. Muhammad kaca adalah salah satunya. Nama Tidung pun ia namakan sesuai dengan sukunya di Kalimantan Timur, yaitu suku Tidung. Sebelumnya, bernama pulau Air Besar.
Dia adalah tokoh penentang imprialisme Belanda pada masanya, hingga kemudian diasingkan pada tahun 1892 pulau Tidung dan wafat pada tahun 1898. Ia pun dimakamkannya di sebelah barat pulau Tidung.
Suku tidung yang berada di malinau Kalimantan timur mengetahui dikepulauan seribu ada pulau, yang dinamai pulau tidung. Kemudian, beberapa orang dari suku Tidung mendatangi dan mencari asal-usul alasan pulau tersebut diberi nama pulau Tidung. Dengan harapan menemukan keterkaitan dengan sukunya, serta mencari makam Raja Tidung, yaitu Raja Pandita, yang tidak diketahui keberadaan makamnya.
Pada bulan februari 2011, ditemukan makam yang di yakini sebagai raja pandita di kebumikan, yang taklain Muhammad kaca. Ternyata Muhammad kaca adalah raja pandita, seorang raja tidung dari malimau Kalimantan timur yang pernah di asingkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar